Senin, 23 November 2015

Pasuruan Kota Santri

Bismillahirohmanirohim...

PASURUAN, kota kecil di pesisir utara pulau jawa, sering di sebut sebagai kota santri,... yaa.. karena banyak ulama , kyai dan habaib yang menyebarkan agama islam di kota ini, ..ulama dan waliullah yang mashyur seperti Almaghfurlah KH Abdul Hamid adalah wali qutub , "linuwih" dan sangat "dalam" ilmu keagamaannya,
Beliau adalah rujukannya para kyai dan ulama di pulau jawa, mbah hamid... , seperti itu orang biasanya memanggilnya adalah waliullah di jaman ini, beruntung banget orang yang masih bisa bertemu dengan beliau, Hingga kini, kota pasuruan tidak pernah kehilangan identitas dan jati diri sebagai kota santri, ulama dan kyai terus muncul, silih berganti dengan alamiah, ini semua karena di pasuruan terdapat "wadah" atau tempat "menghasilkan" ulama dan kyai yang mumpuni dengan pembelajaran sistem pesantren salafiyah, yaaa ini adalah kunci keberhasilan kota pasuruan dalam menjaga dan mengayomi umat islam dan umat lain, karena kota pasuruan adalah kota yang majemuk dan dinamis.
 Ditengah meriah dan gebyarnya dakwah saat ini , baik melalui televisi, sosial media dan berbagai media lain, .....maaf... banyak ustadz dan kyai yang cepat popular, cepat tenar... mereka seperti kyai infotaiment, setiap gerak dan laku mereka di sorot dan di "eksplore" habis-habisan... jadi kesannya seperti selebritis.. baik itu tingkah pola yang baik maupun tingkah pola yang negatif.... apalagi kalo ustadznya POLIGAMI... wahhhh udah di hajar habis-habisan daa sama pemburu berita, jadi ustadz atau kyai pun gak punya privasi lagi ,
PADAHAL agama kita melarang untuk mengobral aib atau apapun keburukan individu , apalagi seorang ulama, seorang yang di hormati, gara-gara satu kasus, maka ulama itupun akan di caci dan diadili oleh masyarakat, tanpa mengindahkan kaidah dan syariat agama lagi.. naudzubillah mindzhalik....
 NAH... dengan "Ketradisionalan" yang dimiliki oleh kota pasuruan inilah masyararakat dan ulama menggunakannya sebagai senjata dalam membentengi  "kepluralisan" dan keterbukaan informasi yang tanpa batas.

Tapi jangan salah, ketradisionalan bukan berarti terbelakang, atau "katrok" , atau apalahhh.... tapi justru dengan ketradisionalan itu mereka mampu membuat "barier" dan " self control" terhadap "influence " yang bisa mempengaruhi pola dan cara bermasyarakat serta beragama secara positive

Alhamdulillah hingga kini kota pasuruan , adalah kota tradisional sang aktif bergerak maju tanpa melupakan tradisi kearifan lokal dan norma agama.

Selain itu peran serta para kyai dalam membentengi akidah yang coba di racuni sebagian pendakwah-pendakwah dari luar ..dengan mengatasnamakan pemurnian agama islam dan memerangi praktek-praktek kesirikan..dengan pola-pola dakwah mengatasnamakan kembali ke "Qur'an dan Hadist" , maka ketawadhuan para kyai dan kesederhanaan para santri dan masyarakatlah yang menjadi penangkal hal-hal yang ingin meusak tatanan dan amaliyah masyarakat pasuruan ..para kyai selalu mengutamakan pola pembelajaran  berbasis pesantren. dan tak henti-hntinya mereka berkeliling berdakwah hingga ke pelosok-pelosok desa di kota pasuruan ....bertemu langsung dengan umat, tanpa batas demi sebuah komunikasi efektif... hanya dengan itulah para kyai mampu menjaga kota pasuruan.. dan...Alhamdulillah ALLAH masih menjaga kota pasuruan..
SAYA bangga menjadi bagian dari kota pasuruan. kota yang hangat dan bersahabat, siapapun yang datang ke kota ini, mereka di perlakukan seperti saudara, saudara seiman ataupun sodara sebangsa dan setanah air,... TAPI jangan salah juga, masyarakat kota ini , walau anti kekerasan, namun ketika ada yang mencoba "mengusiknya"... masyarakat kota ini PANTANG MUNDUR selangkahpun... Nyawa taruhannya untuk sebuah kehormatan.... apalagi kalau udah dapat "restu" kyai.... tidak ada kata tidak berani..!!..

Hmmmm....  terlalu serius yaaa pemaparannya...hehehehe..... gak pa-pa demi sebuah pencerahan dan pembelajaran.

Tapi.... ini baru "muqodimah" lohh... blom membahas gimana aku di kota ini.... gimana aku memulai karier dalam urusan "ad-dunya" hingga menemukan jalan agama islam .... ntar dech di lanjut lagi..... OK

wassalam..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar